Visualisasi Data Seismik ยท Indonesia

Menelusuri getaran bumi Nusantara

Visualisasi interaktif 91.216 kejadian gempa sepanjang 2009 hingga 2022: sebaran spasial, hubungan magnitudo dan kedalaman, serta tren aktivitas seismik di wilayah paling rawan gempa di dunia.

Peta persebaran gempa bumi

Setiap titik adalah satu kejadian gempa, diwarnai menurut kedalaman dan diukur menurut magnitudo.

Seret untuk menggeser peta, gulir untuk memperbesar, klik dua kali untuk mengatur ulang.

Hubungan kedalaman, magnitudo, dan wilayah

Dua sudut pandang untuk membaca pola: keterkaitan antara kedalaman dan kekuatan gempa, serta wilayah yang paling sering diguncang.

Hubungan Kedalaman vs Magnitudo

5 Wilayah dengan Frekuensi Gempa Tertinggi

Tentang data & metode

Data mencakup 91.216 kejadian gempa yang tercatat di wilayah Indonesia antara 2009 dan 2022. Setiap gempa dikelompokkan menurut kedalaman hiposenter, yang menentukan seberapa kuat getaran terasa di permukaan.

Sumber data: katalog gempa Indonesia (kekavigi) di Kaggle. Peta digambar dari GeoJSON provinsi dan dirender penuh di sisi peramban, tanpa layanan peta berbayar.

Dangkal โ€” 30 km atau kurang

Dekat permukaan; getaran cenderung paling kuat dan berpotensi merusak.

Menengah โ€” 31 sampai 70 km

Kedalaman sedang; masih dapat dirasakan cukup kuat di permukaan.

Dalam โ€” lebih dari 70 km

Jauh di dalam kerak bumi; getaran melemah saat mencapai permukaan.

Telusuri lebih lanjut